PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN 2013 PDF

Dasar yang paling baik untuk melambangkan bunyi ujaran atau bahasa adalah satu bunyi ujaran yang membedakan arti dilambangkan dengan satu lambang tertentu. Lambang yang dipakai untuk mewujudkan bunyi ujaran itu biasa disebut huruf. Dengan huruf-huruf itulah manusia dapat menuliskan gagasan yang semula hanya disampaikan secara lisan. Keseluruhan peraturan tentang cara menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dalam suatu bahasa termasuk masalah yang dibicarakan dalam ejaan. Yang dimaksud dengan ejaan adalah cara melafalkan dan menuliskan huruf, kata, unsur serapan, dan tanda baca. Bahasa Indonesia menggunakan ejaan fonemik, yaitu hanya satuan bunyi yang berfungsi dalam bahasa Indonesia yang dilambangkan dengan huruf.

Author:Shakakree Mujas
Country:Peru
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):2 November 2013
Pages:177
PDF File Size:14.79 Mb
ePub File Size:6.72 Mb
ISBN:434-7-27226-788-7
Downloads:66426
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Samugor



Dasar yang paling baik untuk melambangkan bunyi ujaran atau bahasa adalah satu bunyi ujaran yang membedakan arti dilambangkan dengan satu lambang tertentu. Lambang yang dipakai untuk mewujudkan bunyi ujaran itu biasa disebut huruf. Dengan huruf-huruf itulah manusia dapat menuliskan gagasan yang semula hanya disampaikan secara lisan.

Keseluruhan peraturan tentang cara menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran dalam suatu bahasa termasuk masalah yang dibicarakan dalam ejaan. Yang dimaksud dengan ejaan adalah cara melafalkan dan menuliskan huruf, kata, unsur serapan, dan tanda baca. Bahasa Indonesia menggunakan ejaan fonemik, yaitu hanya satuan bunyi yang berfungsi dalam bahasa Indonesia yang dilambangkan dengan huruf.

Adapun rumusan masalah makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah pemakaian dalam EYD? Bagaiamana pemenggalan kata dasar menurtu EYD? Bagaiamana penggunaan dan tata tulis dalam EYD? Tujuan Masalah Adapun tujuan masalah makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Dapat menjelaskan tentang pengertian EYD 2. Dapat menjelaskan tentang pemakaian huruf dalam EYD 3. Dapat menjelaskan tentang pemenggalan kata dasar menurut EYD 4. Pemakaian Huruf dalam Ejaan yang Disempurnakan 1.

Pemakaian Huruf Yang dimaksud dengan ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana antar hubungan antara lambanglambang baik pemisahan maupun penggabungan1. Bunyi ejaan huruf dari masa kemasa terus mengalami perubahan yang mulanya pada tahun menggunakan ejaan Van Ophuisjen yang memiliki penulisan beberapa huruf yang khas, yaitu: a. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata kamoe, iboe, restoe, dan lain-lain. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, sajang, bajangan, saja aku , dan lain-lain.

Huruf u digunakan untuk menggantikan huruf oe dalamm ejaan van Ophuisjen. Huruf u digunakan dalam kata-kata sayu, rayu, kayu, kamu, dan lain-lain. Huruf k digunakan dalam menulis kata-kata rakyat, tak, takzim, dan lain-lain. Perangkaian penulisan awalan di dengan kata benda yang mengikutinya, seperti dikampus, dimasjid, dan dikelas. Disamping itu, ejaan soewandi juga mempergunakan huruf-huruf berikut: a. Dengan berlakunaya Ejaan yang Disempurnakan, terjadi beberapa perubahan penulisan huruf.

Perubahan tersebut antara lain: a. Penulisan awalan di yang sebelumnya dirangkai dengan kata yang mengikutinya, kemudian dipisahkan, contoh: di rumah, di perpustakaan, dan di kebun. Penulisan huruf dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan mendapatkan penjelasan yang rinci untuk menciptakan keseragaman dalam penulisannya.

Ejaan yang Disempurnakan meletakkan kaidah-kaidah yang jelas mengenai begaimana huruf-huruf herus di tulis dalam suatu kalimat. Penulisan Huruf Kapital Dalam pedoman umum ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan, terdapat lima belas penulisan huruf kapital. Kaidah — kaidah EYD yang berkaitan dengan penulisan huruf kapital adalah : 3.

Huruf kapital digunakan untuk awal nama orang, gelar kehormatan yang diikuti nama orang dan kata sebutan yang diikuti dengan nama orang, contoh: Sayyid Qutb adalah seorang ahli tafsir kenamaan. Sebutan yang menggantikan nama orang atau untuk menyebut orang secara langsung mempergunakan huruf kapital, contoh: Kami harap Saudara bisa menerima tugas itu dengan baik. Akan tetapi, gelar dokter tetap ditulis dengan huruf kecil, contoh: Setelah menempuh pendidikan S3, putra pak Ari menyandang gelar Doktor raharjo, sedangkan putrinya yang lulus dari S1 kedokteran menyandang gelar dokter.

Huruf kapital digunakan dalam hal-hal yang berkaitan dengan urusan agama, seperti kitab suci, hari raya dan Tuhan, contoh: Pada Fakultas Ushuluddin diajarkan perbandingan agama sehingga mengenal agama Hindu, Kristen, Bhuda, maupun Yahudi. Huruf kapital digunakan untuk menulis nama negara, bangsa, dan suku contoh: Ahmad berasal dari negara Thailand. Huruf kapital digunakan untuk menyebut nama-nama hari, bulan tahun dan peristiwa bersejarah contoh: Setiap tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia memperingati Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Huruf kapital digunakan untuk menyebut nama-nama khas letak geografis, contoh: Pernahkah kalian mendengan Air Terjun Niagara? Huruf kapital digunakan dalam lambang pemerintahan dan dokumentasi resmi, contoh: Dewan Perwakilan Rakyat mengadakan dengar pendapat denagn mentri kehutanan. Huruf kapital digunakan dalam judul buku, skripsi, tesis, disertasi, artikel, berita koran dan berita majalah, contoh: Novel Anak Semua Bangsa adalah karya satrawan besar Indonesia, Pramudya Ananta Toer.

Catatan: Kata-kata di, ke, dari, yang, dan untuk yang terdapat dalam judul, kecuali yang berada di awal kalimat, ditulis dengan huruf kecil. Huruf Miring Italic Huruf miring digunakan untuk hal-hal berikut: a.

Penulisan judul karya ilmiah, novel, artikel, dan berita, contoh: Buku Islam karya Fazlur Rahma menyajikan analisis yang mendalam mengenai berbagai bidang agama Islam melalui pendekatan sejarah. Penegasan dan pengkhususan huruf, kata, atau kelompok kata, contoh: Ejaan Soewardi menggunakan huruf tj untuk kata-kata tjatat dan tjatjat, sedangkan EYD menggunakan huruf c untuk kata-kata diatas. Penulisan istilah ilmiah atau istilah-istilah asing yang belum diadopsi atau diadaptasi oleh Bahasa Indonesia, contoh: Para ulama menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri dengan hisab dan rukyah.

Sebelum melakukan pemenggalan kata, yang harus dipahami terlebih dahulu adalah membedakan huruf vokal dengan huruf konsonan. Huruf vokal terdiri dari a, i, u, e, o. Sedangkan huruf konsonan adalah huruf selain vokal contoh k, j, l, m, n, j dan lain — lain. Setelah memahami huruf vokal dan huruf konsonan, selanjutnya adalah memahami suku kata. Suku kata merupakan bagian kata, cara mudah menentukan suku kata yaitu dengan memperhatikan pengucapan.

Pemenggalan kata dasar baik kata Indonesia maupun kata serapan, dilakukan dengan prinsip otografis. Hlm 81— 83 1. Pemenggalan kata yang mengandung sebuah huruf konsonan dilakukan sebelum huruf konsonan tersebut.

ERNST FORSTHOFF PDF

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang Disempurnakan ( EYD ) Terbaru 2020

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai sebagai sapaan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti anda. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!

BIBLA KURANI DHE SHKENCA PDF

Contoh Makalah Tentang Ejaan Yang Disempurnakan

.

2SC4468 PDF

Download Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) Pengganti EYD

.

Related Articles