JURNAL ULKUS KORNEA PDF

Kebanyakan gangguan penglihatan ini dapat dicegah, namun hanya bila diagnosis penyebabnya ditetapkan secara dini dan diobati secara memadai. Sifat tembus cahayanya disebabkan strukturnya yang uniform, avaskuler dan deturgenses. Endotel lebih penting daripada epitel dalam mekanisme dehidrasi dan cedera kimiawi atau fisik pada endotel jauh lebih berat daripada cedera pada epitel. Kerusakan sel-sel endotel menyebabkan edema kornea dan hilangnya sifat transparan. Sebaliknya, cedera pada epitel hanya menyebabkan edema lokal sesaat stroma kornea yang akan menghilang bila sel-sel epitel telah beregenerasi. Penguapan air dari film air mata prakornea berakibat film air mata menjadi hipertonik; proses itu dan penguapan langsung adalah faktor-faktor yang menarik air dari stroma kornea superfisial untuk mempertahankan keadaan dehidrasi.

Author:Sat Mazurisar
Country:Central African Republic
Language:English (Spanish)
Genre:Software
Published (Last):19 August 2014
Pages:267
PDF File Size:19.74 Mb
ePub File Size:18.61 Mb
ISBN:472-2-22868-759-6
Downloads:4115
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mezim



Kebanyakan gangguan penglihatan ini dapat dicegah, namun hanya bila diagnosis penyebabnya ditetapkan secara dini dan diobati secara memadai. Sifat tembus cahayanya disebabkan strukturnya yang uniform, avaskuler dan deturgenses. Endotel lebih penting daripada epitel dalam mekanisme dehidrasi dan cedera kimiawi atau fisik pada endotel jauh lebih berat daripada cedera pada epitel.

Kerusakan sel-sel endotel menyebabkan edema kornea dan hilangnya sifat transparan. Sebaliknya, cedera pada epitel hanya menyebabkan edema lokal sesaat stroma kornea yang akan menghilang bila sel-sel epitel telah beregenerasi.

Penguapan air dari film air mata prakornea berakibat film air mata menjadi hipertonik; proses itu dan penguapan langsung adalah faktor-faktor yang menarik air dari stroma kornea superfisial untuk mempertahankan keadaan dehidrasi. Ulkus kornea merupakan luka terbuka pada kornea. Keadaan ini menimbulkan nyeri, menurunkan kejernihan penglihatan dan kemungkinan erosi kornea. Ulkus kornea yang luas memerlukan penanganan yang tepat dan cepat untuk mencegah perluasan ulkus dan timbulnya komplikasi berupa descematokel, perforasi, endoftalmitis, bahkan kebutaan.

Ulkus kornea yang sembuh akan menimbulkan kekeruhan kornea dan merupakan penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia. Kekeruhan kornea ini terutama disebabkan oleh infeksi mikroorganisme berupa bakteri, jamur, dan virus dan bila terlambat didiagnosis atau diterapi secara tidak tepat akan mengakibatkan kerusakan stroma dan meninggalkan jaringan parut yang luas.

Kornea ini disisipkan ke sklera di limbus, lengkung melingkar pada persambungan ini disebut sulkus skelaris. Kornea dewasa rata-rata mempunyai tebal 0,54 mm di tengah, sekitar 0,65 di tepi, dan diameternya sekitar 11,5 mm dari anterior ke posterior, kornea mempunyai lima lapisan yang berbeda-beda: lapisan epitel yang bersambung dengan epitel konjungtiva bulbaris , lapisan Bowman, stroma, membran Descement, dan lapisan endotel.

Batas antara sclera dan kornea disebut limbus kornea. Kalau kornea udem karena suatu sebab, maka kornea juga bertindak sebagai prisma yang dapat menguraikan sinar sehingga penderita akan melihat halo.

Anatomi Kornea Kornea terdiri dari 5 lapisan dari luar kedalam: 1. Bila terjadi gangguan akan menghasilkan erosi rekuren. Keratosit merupakan sel stroma kornea yang merupakan fibroblast terletak diantara serat kolagen stroma.

Diduga keratosit membentuk bahan dasar dan serat kolagen dalam perkembangan embrio atau sesudah trauma. Endotel melekat pada membran descement melalui hemidosom dan zonula okluden. Corneal Cross Section Kornea dipersarafi oleh banyak saraf sensorik terutama berasal dari saraf siliar longus, saraf nasosiliar, saraf ke V, saraf siliar longus berjalan supra koroid, masuk ke dalam stroma kornea, menembus membran Bowman melepaskan selubung Schwannya.

Bulbus Krause untuk sensasi dingin ditemukan diantara. Daya regenerasi saraf sesudah dipotong di daerah limbus terjadi dalam waktu 3 bulan. Kornea superfisial juga mendapat oksigen sebagian besar dari atmosfir. Transparansi kornea dipertahankan oleh strukturnya seragam, avaskularitasnya dan deturgensinya. DEFINISI 2,4 Ulkus kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea, yang ditandai dengan adanya infiltrat supuratif disertai defek kornea bergaung, dan diskontinuitas jaringan kornea yang dapat terjadi dari epitel sampai stroma.

Insidensi ulkus kornea tahun adalah 5,3 per Walaupun infeksi jamur pada kornea sudah dilaporkan pada tahun tetapi baru mulai periode keratomikosis diperhatikan. Banyak laporan menyebutkan peningkatan angka kejadian ini sejalan dengan peningkatan penggunaan kortikosteroid topikal, penggunaan obat imunosupresif dan lensa kontak.

Singapura melaporkan selama 2. Mortalitas atau morbiditas tergantung dari komplikasi dari ulkus kornea seperti parut kornea, kelainan refraksi, neovaskularisasi dan kebutaan. Hal ini mungkin disebabkan karena banyaknya kegiatan kaum laki-laki sehari-hari sehingga meningkatkan resiko terjadinya trauma termasuk trauma kornea. Biasan cahaya terutama terjadi di permukaan anterior dari kornea. Perubahan dalam bentuk dan kejernihan kornea, segera mengganggu pembentukan bayangan yang baik di retina.

Oleh karenanya kelainan sekecil apapun di kornea, dapat menimbulkan gangguan penglihatan yang hebat terutama bila letaknya di daerah pupil. Maka badan kornea, wandering cell dan sel-sel lain yang terdapat dalam stroma kornea, segera bekerja sebagai makrofag, baru kemudian disusul dengan dilatasi pembuluh darah yang terdapat dilimbus dan tampak sebagai injeksi perikornea. Sesudahnya baru terjadi infiltrasi dari sel-sel mononuclear, sel plasma, leukosit polimorfonuklear PMN , yang mengakibatkan timbulnya infiltrat, yang tampak sebagai bercak berwarna kelabu, keruh dengan batas- batas tak jelas dan permukaan tidak licin, kemudian dapat terjadi kerusakan epitel dan timbullah ulkus kornea.

Rasa sakit juga diperberat dengan adanaya gesekan palpebra terutama palbebra superior pada kornea dan menetap sampai sembuh. Kontraksi bersifat progresif, regresi iris, yang meradang dapat menimbulkan fotofobia, sedangkan iritasi yang terjadi pada ujung saraf kornea merupakan fenomena reflek yang berhubungan dengan timbulnya dilatasi pada pembuluh iris. Infiltrat sel leukosit dan limfosit dapat dilihat pada proses progresif. Ulkus ini menyebar kedua arah yaitu melebar dan mendalam.

Jika ulkus yang timbul kecil dan superficial maka akan lebih cepat sembuh dan daerah infiltrasi ini menjadi bersih kembali, tetapi jika lesi sampai ke membran Bowman dan sebagian stroma maka akan terbentuk jaringan ikat baru yang akan menyebabkan terjadinya sikatrik. Infeksi Infeksi Bakteri : P. Hampir semua ulkus berbentuk sentral. Gejala klinis yang khas tidak dijumpai, hanya sekret yang keluar bersifat mukopurulen yang bersifat khas menunjukkan infeksi P aeruginosa.

Bentuk khas dendrit dapat diikuti oleh vesikel-vesikel kecil dilapisan epitel yang bila pecah akan menimbulkan ulkus. Ulkus dapat juga terjadi pada bentuk disiform bila mengalami nekrosis di bagian sentral.

Infeksi virus lainnya varicella-zoster, variola, vacinia jarang. Infeksi kornea oleh acanthamoeba adalah komplikasi yang semakin dikenal pada pengguna lensa kontak lunak, khususnya bila memakai larutan garam buatan sendiri. Infeksi juga biasanya ditemukan pada bukan pemakai lensa kontak yang terpapar air atau tanah yang tercemar.

Bahan asam yang dapat merusak mata terutama bahan anorganik, organik dan organik anhidrat. Bila bahan asam mengenai mata maka akan terjadi pengendapan protein permukaan sehingga bila konsentrasinya tidak tinggi maka tidak bersifat destruktif.

Biasanya kerusakan hanya bersifat superfisial saja. Pada keadaan lebih lanjut dapat timbul ulkus pada kornea dan defek pada epitel kornea terpulas dengan flurosein. Ulkus kornea sentral a. Ulkus kornea bakterialis b. Ulkus kornea fungi c. Ulkus kornea virus d. Ulkus kornea acanthamoeba Ulkus kornea perifer a. Ulkus marginal b. Ulkus cincin ring ulcer Ulkus Kornea Sentral a. Ulkus Kornea Bakterialis Ulkus Streptokokus : Khas sebagai ulcus yang menjalar dari tepi ke arah tengah kornea serpinginous.

Ulkus bewarna kuning keabu-abuan berbentuk cakram dengan tepi ulkus yang menggaung. Ulkus cepat menjalar ke dalam dan menyebabkan perforasi kornea, karena eksotoksin yang dihasilkan oleh streptokok pneumonia. Ulkus Stafilokokus : Pada awalnya berupa ulkus yang bewarna putik kekuningan disertai infiltrat berbatas tegas tepat dibawah defek epitel.

Apabila tidak diobati secara adekuat, akan terjadi abses kornea yang disertai edema stroma dan infiltrasi sel leukosit. Walaupun terdapat hipopion ulkus seringkali indolen yaitu reaksi radangnya minimal.

Ulkus Pseudomonas : Lesi pada ulkus ini dimulai dari daerah sentral kornea. Penyerbukan ke dalam dapat mengakibatkan perforasi kornea dalam waktu 48 jam. Kadang-kadang bentuk ulkus ini seperti cincin. Dalam bilik mata depan dapat terlihat hipopion yang banyak. Gambar 3. Tepi ulkus akan terlihat menyebar ke arah satu jurusan sehingga memberikan gambaran karakteristik yang disebut Ulkus Serpen. Ulkus terlihat dengan infiltrasi sel yang penuh dan berwarna kekuning-kuningan. Penyebaran ulkus sangat cepat dan sering terlihat ulkus yang menggaung dan di daerah ini terdapat banyak kuman.

Ulkus ini selalu di temukan hipopion yang tidak selamanya sebanding dengan beratnya ulkus yang terlihat. Ulkus Kornea Fungi Mata dapat tidak memberikan gejala selama beberapa hari sampai beberapa minggu sesudah trauma yang dapat menimbulkan infeksi jamur ini. Pada permukaan lesi terlihat bercak putih dengan warna keabu-abuan yang agak kering. Tepi lesi berbatas tegas irregular dan terlihat penyebaran seperti bulu pada bagian epitel yang baik.

Terlihat suatu daerah tempat asal penyebaran di bagian sentral sehingga terdapat satelit-satelit disekitarnya.. Tukak kadang-kadang dalam, seperti tukak yang disebabkan bakteri. Pada infeksi kandida bentuk tukak lonjong dengan permukaan naik. Dapat terjadi neovaskularisasi akibat rangsangan radang. Terdapat injeksi siliar disertai hipopion. Gambar 4. Ulkus Kornea Fungi c. Gejala ini timbul satu hari sebelum timbulnya gejala kulit. Pada mata ditemukan vesikel kulit dan edem palpebra, konjungtiva hiperemis, kornea keruh akibat terdapatnya infiltrat subepitel dan stroma.

Infiltrat dapat berbentuk dendrit yang bentuknya berbeda dengan dendrit herpes simplex. Dendrit herpes zoster berwarna abu- abu kotor dengan fluoresin yang lemah. Kornea hipestesi tetapi dengan rasa sakit keadaan yang berat pada kornea biasanya disertai dengan infeksi sekunder. Ulkus Kornea Herpes simplex : Infeksi primer yang diberikan oleh virus herpes simplex dapat terjadi tanpa gejala klinik. Biasanya gejala dini dimulai dengan tanda injeksi siliar yang kuat disertai terdapatnya suatu dataran sel di permukaan epitel kornea disusul dengan bentuk dendrit atau bintang infiltrasi.

Terdapat pembesaran kelenjar preaurikel. Bentuk dendrit herpes simplex kecil, ulceratif, jelas diwarnai dengan fluoresin dengan benjolan diujungnya Gambar 5. Ulkus Kornea Acanthamoeba Awal dirasakan sakit yang tidak sebanding dengan temuan kliniknya, kemerahan dan fotofobia.

Tanda klinik khas adalah ulkus kornea indolen, cincin stroma, dan infiltrat perineural. Gambar 6. Ulkus Marginal Bentuk ulkus marginal dapat simpel atau cincin.

FX1S - 10 MT PDF

Jurnal Doc : ulkus kornea jurnal pdf

Apabila kornea disentuh maka kelopak mata akan menutup secara refleks. Atau lebih singkatnya, kornea mata adalah lapisan pelindung terluar mata. Kornea mata ini merupakan lapisan bening pada mata yang berisi berbagai jaringan namun kornea tidak memiliki pembuluh darah dan sebagai gantinya kornea mendapat nutrisi kornea dari air mata san aqueous humor. Fungsi kornea mata adalah mencegah kotoran dan benda asing dan menyaring sinar UV yang masuk ke mata. Kornea juga merupakan bagian mata yang penting karena menentukan seberapa baik tingkat fokus mata terhadap suatu objek.

SKYPIX TSN410 MANUAL PDF

PENGOBATAN ULKUS KORNEA

Oleh cinta jurnal Diposting pada 17 Agustus …Kumpulan Artikel Jurnal Pertanian PDF Saat kita ada di tingkat akhir sebuah jurusan di universitas, kita pasti diminta untuk mengumpulkan bahan yang nantinya bisa digunakan sebagai bahan penelitian dan… Oleh cinta jurnal Diposting pada 15 Agustus …hendak membuat penelitian dibidang hayati. Bagi Anda yang sedang membutuhkan jurnal biologi, kumpulan jurnal biologi pdf bisa menjadi pilihan yang tepat. Tersedia dalam format pdf jurnal—jurnal biologi ini bisa menjadi… Oleh cinta jurnal Diposting pada 19 Agustus …Jurnal Penelitian Pemasaran PDF Contoh jurnal penelitian pemasaran pdf sangat penting untuk mahasiswa ekonomi. Dengan memiliki contoh tersebut, Anda bisa membukanya kapan saja dan mempelajarinya.

AR 600-8-29 PDF

PENATALAKSANAAN PADA PASIEN ULKUS KORNEA DENGAN PROLAPS IRIS OCULI SINISTRA

Merasa seperti ada sesuatu di mata Mata berair Keluar nanah atau cairan kental dari mata Sensasi terbakar atau menyengat pada mata Sensitif terhadap cahaya Sementara itu, gejala dari ulkus kornea itu sendiri adalah: Peradangan pada mata Keluar air mata yang berlebihan Penglihatan kabur Terdapat bintik putih di kornea Kelopak mata bengkak Sensitif terhadap cahaya Perasaan seperti ada sesuatu di mata Anda. Semua gejala dari ulkus kornea serius dan harus segera diatasi untuk mencegah kebutaan. Kondisi ini terlihat seperti daerah abu-abu atau putih atau bercak pada kornea yang biasanya transparan. Beberapa ulkus kornea terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Namun, biasanya Anda dapat merasakan gejalanya.

EFFET SEEBECK PDF

Jurnal Doc : jurnal penelitian ulkus kornea pdf

Prognosis Prognosis penderita ini, quo ad vitam bonam, karena tanda-tanda vitalnya masih dalam batas normal, sedangkan quo ad functionam dubia ad malam karena walaupun dengan pengobatan yang tepat dan teratur ulkusnya dapat sembuh, namun meninggalkan bekas berupa sikatrik yang dapat menimbulkan gangguan tajam penglihatan dan juga katarak pasien perlu diterapi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Article from Journal — ilmiah nasional Dalam koleksi: Pasien tidak merasa keluhan mata merahnya timbul setelah kemasukan pasir, atau kecolok, atau kontak dengan suatu zat tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang mengalami diare dengan dehidrasi sedang.

Related Articles